Jumat, 30 Maret 2012

Kembalinya LulzSec Diragukan Peneliti Antivirus



Logo dan maskot LulzSec
 LulzSec, kelompok hacker yang sempat kondang, dikabarkan telah lahir kembali.Dalam aksi perdananya, LulzSec mengklaim telah mendapatkan data 171.000 email militer.

Namun peneliti antivirus meragukan klaim "kelahiran kembali" tersebut. Menurut Chief Research Officer F-Secure, Mikko Hypponen, kecil kemungkinan anggota asli LulzSec berkumpul kembali.

Hal ini karena, pada awal Maret 2012 anggota inti kelompok tersebut telah dicokok FBI. Penangkapan anggota LulzSec dilakukan setelah "Sabu", salah satu tokoh kelompok itu, membeberkan informasi ke FBI.

Menurut Penasehat Keamanan F-Secure, Sean Sullivan, nama-nama anggota LulzSec telah dikantungi FBI. Sehingga, jika berkumpul kembali, mereka akan saling curiga apakah di antara temannya ada yang merupakan mata-mata atau bahkan anggota FBI yang menyamar.

Hypponen menduga, mereka yang membuat LulzSec Reborn adalah kelompok yang berbeda. "Bisa saja ini hanya satu orang di suatu ruang bawah tanah yang menyebut dirinya LulzSec baru," kata Hypponen.

Sedangkan Sullivan berpendapat, janji dari Anonymous adalah membangkitkan Operation Antisec. Bukan secara khusus menghidupkan kembali LulzSec.

"Nama LulzSec hanya muncul satu kali saja dalam sejarah dan kelompok pemeran yang baru ini belum menunjukkan ide orisinal. Sejauh ini mereka hanya peniru, dan tak akan mencapai apa-apa," ujar Sullivan.

Sullivan mengatakan hacker belakangan ini makin terfokus pada satu tujuan tertentu. Kelompok iseng-iseng seperti LulzSec akan lebih sulit mencari anggota.

Meski meragukan kelahiran kembali LulzSec, Hypponen mengatakan akan selalu ada kelompok yang melakukan serangan cyber. Motivasinya pun bisa beragam, mulai dari uang hingga ideologi.

Hypponen yakin, dengan perbaikan ekonomi dan banyaknya penindakan, aksi-aksi hacking iseng akan berkurang karena para pelakunya mendapatkan pekerjaan yang layak serta tak mau ditangkap aparat.

Sumber :

Jumat, 09 Maret 2012

Usaha Intel Menggairahkan Pasar Netbook




ASUS
Tampilan samping netbook Asus Eee PC VX6 Lamborghini berwarna hitam.
 Pasar netbook yang sekitar dua tahun yang lalu sempat berjaya, kini bisa dibilang lesu. Pangsa pasarnya tergerus oleh komputer tablet.

Produsen prosesor Intel sebagai salah satu pihak yang paling berkepentingan mencoba membangkitkan kembali netbook dengan membekalinya beberapa fitur baru yang mendukung mobilitas.
Mulai awal 2012 ini, akan dipasarkan netbook yang dibekali prosesor Intel Atom baru dengan kode nama "Cedar Trail".
Ini merupakan prosesor dual core yang dikeluarkan Intel dalam 2 seri, yakni Atom N2600 dan N2800. Keduanya terintegrasi dengan Intel Graphics Media Accelerator 3600/3650.

Pihak Intel mengklaim, media engine dalam prosesor tersebut dapat meningkatkan kinerja grafis dua kali lipat dibanding generasi sebelumnya.
Menurut Arya Sanjaya, Business Development Manager Intel Indonesia, prosesor ini juga memberikan daya tahan baterai hingga 10 jam, atau mengurangi konsumsi hingga 20 persen.
"Prosesor ini low voltage, sehingga konsumsi baterainya lebih hemat," tegas Arya di Jakarta, Kamis (8/3/2012).
Hingga saat ini, netbook berbasis Intel Atom Cedar Trail ini belum terlalu banyak masuk ke Indonesia. Ke depan, beberapa vendor akan menggunakan prosesor ini di netbook keluarannya. Vendor-vendor itu antara lain Acer, Asus, HP, Lenovo, Samsung dan Toshiba.

Intel Pastikan Tak Ada Penundaan Ivy Bridge



Intel Ivy Bridge
 Intel memastikan akan mengirimkan prosesor terbaru dengan nama kode Ivy Bridge secara global pada akhir kuartal II-2012. Intel mengklaim waktu tersebut sudah sesuai dengan jadwal peluncuran dan tidak ada penundaan pengiriman.

Head of Marketing Intel Indonesia Corporation Norhizam Abdul Kadir menjelaskan pihak Intel berkomitmen untuk menghadirkan prosesor terbaru yang memiliki teknologi terkini, salah satunya ukuran yang lebih kecil hingga menyebabkan daya baterai yang lebih lama.

"Biasanya 1-2 bulan sebelum peluncuran, prosesor sudah mulai dikirimkan ke vendor. Kami komitmen akan luncurkan Ivy Bridge pada akhir kuartal II-2012," ungkap Norhizam selepas ditemui di Booth Intel di Mega Bazaar Computer Jakarta, Sabtu (3/3/2012).

Kendati demikian, Norhizam enggan menjelaskan waktu pasti jadwal perilisan Ivy Bridge tersebut. Dia hanya menjelaskan kemungkinan Ivy Bridge akan hadir pada Juni 2012.

Pihak Intel akan memprioritaskan pengiriman prosesor untuk pasar Amerika Serikat dan Eropa karena permintaan prosesor untuk wilayah tersebut lebih besar dibanding wilayah lainnya.

Norhizam pun membantah bahwa penundaan jadwal peluncuran Ivy Bridge tersebut disebabkan karena perekonomian global sedang melemah. Pihak Intel menganggap bahwa kondisi daya beli masyarakat saat ini sedang membaik.

Bahkan, mengutip data dari IDC bahwa penjualan komputer di Indonesia hingga akhir tahun lalu mencapai 6 juta unit komputer. Sekitar 80 persen dari jumlah tersebut memakai prosesor Intel.

"Ini menunjukkan perekonomian sedang baik. Bahkan penjualan komputer di Indonesia melebihi negara tetangga," tambahnya.

Selain itu, Intel juga membantah bahwa pihaknya tidak mau merugi hanya karena stok persediaan Sandy Bridge masih terlalu banyak. Sehingga, penundaan ini juga bermaksud menghabiskan persediaan prosesor Sandy Bridge.

"Meski kami akan meluncurkan Ivy Bridge, kami tetap akan memproduksi Sandy Bridge. Kami sudah investasi besar untuk membuat alat produksi prosesor tersebut, sehingga tidak mungkin kami hentikan Sandy Bridge," katanya.

Kehadiran prosesor Ivy Bridge dengan empat inti (quad core) akan menjadi tren komputer di masa depan. Meski saat ini, komputer masih didominasi dengan teknologi dual core.

Selain itu, prosesor ini juga akan digunakan pada Ultrabook dari beberapa vendor. Produk tersebut dinilai pas dengan teknologi Ivy Bridge yang diklaim berukuran kecil dan bisa membuat daya tahan baterai lebih lama.

Komputer "Hijau" Lenovo Hanya Perlu 150 Watt



Lenovo IdeaCentre.
Teknologi ramah lingkungan (green technology) memang sedang gencar digaungkan belakangan ini. Perusahaan komputer asal China, Lenovo, tak ingin ketinggalan memproduksi perangkat ramah lingkungan, dengan konsumsi listrik yang rendah.

Sejak Oktober 2011 lalu, Lenovo sudah meluncurkan lima komputer "All in One" untuk pasar Indonesia. Pihak Lenovo mengklaim, "All in One" PC besutan mereka tersebut hanya mengonsumsi daya 150 sampai 180 watt.

"Konsumsi listrik yang rendah itu dimungkinkan karena produk tersebut adalah jenis "All in One PC", di mana Central Processing Unit (CPU) dan monitornya dijadikan satu," ujar Regional Business Manager Lenovo Julius Tjhin di Jakarta, Jumat (2/3/2012).

Ia menambahkan, Lenovo memang sedang gencar menggeber penjualan "All in One PC" di Indonesia. Kelima produk "All in One PC" dari Lenovo, ada yang ditujukan untuk segmen Usaha Kecil Menengah (UKM) dan individu.

Untuk All in One PC dari keluarga ThinkCentre, yakni seri Edge 91z dan Edge 71z ditujukan untuk UKM.

lenovo_aio1
Sedangkan All in One PC dari keluarga IdeaCentre, yakni B520, B320, dan C320, ditujukan untuk individu.
 lenovo_idea_centre

Promo Angry Birds Space Dilakukan dari Luar Angkasa



space.angrybirds.com/teaser1
Angry Birds Space akan diluncurkan Rovio Mobile secara resmi pada 22 Maret 2012 Angry Birds Space baru bisa didownload secara resmi pada 22 Maret 2012 untuk semua platform. Untuk mempromosikannya, sebuah video direkam di luar angkasa. 

Tepatnya, video itu direkam di International Space Station (ISS) dengan menampilkan Don Pettit, astronot NASA yang sedang bertugas di sana, 391 kilometer dari permukaan bumi.

Video Pettit yang tersedia di Youtube itu merupakan bentuk pengumuman kerja sama berkelanjutan antara National Aeronautics and Space Administration (NASA) dengan Rovio Mobile.

Angry Birds Space, akan terdiri atas 60 level dengan karakter-karakter Angry Birds yang baru, kekuatan baru, dan gameplay baru.

Dalam video itu, Pettit juga menembakkan boneka burung pemarah berwarna merah menggunakan semacam ketapel di dalam stasiun luar angkasa itu.

Saksikan videonya berikut ini:


Rovio mengatakan, kerjasama dengan NASA itu akan dimanfaatkan untuk edukasi tentang sains dan teknologi luar angkasa.

"Game sangat menyenangkan dan menghibur, tetapi game juga bisa menginspirasi dan informatif," ungkap David Weaver, associate administrator for communications di NASA.

Oleh karena itu Weaver berharap kolaborasi Rovio dengan NASA akan membantu siswa tertarik pada karir di bidang sains dan teknologi di masa depan.

Bersamaan dengan gamenya, Rovio juga akan merambah dunia animasi dan penerbitan buku. Ini menjadi bagian strategi multimedia masa depan Rovio.

Andrew Stalbow, General Manager Rovio di Amerika Utara mengatakan akan ada kerjasama lebih banyak dengan Hollywood dalam beberapa bulan ke depan.

Label Norton 360 Hadir dalam Dua Produk




symantec
Norton 360 versi 6.0
Produk keamanan Norton dari Symantec memiliki lini premium bernama Norton 360. Nama Norton 360 kini telah disematkan pada dua produk.

Pertama adalah Norton 360 6.0, versi terbaru dari Norton 360 yang merupakan peranti lunak keamanan komputer paling premium dari jajaran Norton yang ada.

Sedangkan yang kedua adalah Norton 360 Everywhere. Kata Everywhere (di mana-mana) merujuk pada cakupannya mengamankan komputer dan gadget (ponsel dan tablet Android).

Di Indonesia, Norton 360 6.0 akan tersedia pertengahan Maret 2012. Sedangkan Norton Everywhere baru akan tersedia di pasar tertentu pada pertengahan 2012.

David Hall, Regional Consumer Marketing Manager, Asia Pacific, Symantec, mengatakan Norton 360 Everywhere dimaksudkan untuk melindungi data penting dan informasi pribadi di banyak perangkat.

Symantec merujuk pada studi dari Accenture yang mengatakan mulai banyak rumah tangga yang memiliki hingga 20 perangkat digital, termasuk ponsel, tablet dan komputer.

Artinya, perangkat yang banyak dan beragam itu bisa mengandung data penting atau informasi pribadi yang pada hakikatnya juga butuh dilindungi.

Untuk Norton 360 6.0, beberapa fitur masih jadi andalan produk tersebut. Mulai dari Norton Identity Safe, Norton Management, Bandwidth Management hingga kemampuan Backup.

Norton 360 6.0 tersedia di kisaran Rp 489.000 untuk edisi standar yang mencakup penyimpanan online 2GB. Harganya akan berbeda-beda sesuai varian, misalnya lisensi 3 PC 1 tahun, 1 PC 1 tahun, 1 PC 3 tahun dan sebagainya.

Di Balik Perubahan Android Market ke Google Play




Google Play
 Google mengambil keputusan besar untuk mengganti nama Android Market, yang selama ini sangat familiar di telinga pengguna Android. Keputusan ini seperti memberi tanda, bahwa ada yang salah dengan Android Market.

Jika tidak ada kesalahan dengan Android Market, maka Google akan membiarkannya terus abadi. Kini, toko aplikasi online itu telah masuk dalam layanan Google Play.

Selama ini Android Market dikenal sebagai layanan yang menyediakan konten aplikasi dan game untuk pengguna Android. Seseorang yang mengunjungi Android Market, pasti punya urusan untuk belanja aplikasi dan game, tidak lebih.

Inilah yang ingin diubah Google. Bahwa, Google Play tidak hanya diperuntukkan kepada pengguna Android.

Google Play menawarkan stigma baru bahwa situs ini menyediakan segala hiburan, mulai dari game, musik, buku hingga video. Situs ini akan menjadi tempat yang asik untuk "nongkrong." Mari bermain di Google Play!

Selama ini, Google memisah-misah layanan hiburannya sehingga situs tersebut tidak menjadi tempat yang asyik untuk berlama-lama di depan layar komputer.

"Kami membuat banyak taruhan di banyak tempat, sekarang kami fokus ke dalam sebuah situs yang bisa menawarkan semua aplikasi," jelas Eksekutif Google Bradley Horowitz dalam sebuah wawancara dengan Venture Beat.

Untuk tahap awal, setidaknya Google Play akan sering dikunjungi pengguna Android.

Jika perusahaan internet raksasa ini menerapkan strategi pemasaran yang baik serta mengisi konten-konten yang relevan dengan kebutuhan pasar, kelak situs ini akan menjadi tempat "nongkrong" yang asik.

Karena Google Play dirancang tidak hanya untuk pengguna Android.

"Balapan" HTML5, iOS Lebih Cepat dari Android


Pengembang game lintas platform untuk perangkat mobile, Spaceport.io, melakukan riset untuk mengetahui platform tercepat dalam menjalankan website berbasis HTML5.

Kendati HTML5 merupakan bahasa markah baru untuk internet, tetapi Spaceport.io sudah menemukan jawabannya.

Spaceport.io melakukan uji benchmark dengan alat yang mereka buat sendiri, PerfMarks, untuk mengetahui kinerja sebuah sistem operasi mobile dalam melakukan rendering HTML5.

Spaceport.io mengukur jumlah gambar bergerak dalam 30 frame per second (fps).

Melalui pengujian ini, Spaceport.io menemukan bahwa sistem operasi iOS dari Apple, tiga kali lebih cepat ketimbang Android dalam menjalankan HTML5. Pengujian dilakukan sebanyak tiga kali dan hasilnya tetap sama.

Perangkat mobile Apple yang mencetak skor PerfMarks paling tinggi adalah iPad 2 dengan capaian skor sebesar 327. Sedangkan iPhone 4S mencetak 252, dan iPhone 3GS sebesar 53.

Sebagai perbandingan, smartphone Samsung Galaxy Nexus tercatat memiliki skor PerfMarks 147, sedangkan Kindle Fire dari Amazon mencetak skor 25.
Beberapa tablet Android dari beberapa vendor tidak menghasilkan skor yang terlalu baik. Salah satunya, Samsung Galaxy Tab 10.1 yang hanya mencetak skor 65.

Sistem operasi generasi terbaru dari Apple dan Google, yakni iOS 5 dan Android 4.0 (Ice Cream Sandwich), diakui Spaceport.io telah mengalami perbaikan besar dalam menjalankan HTML5.

Namun, untuk Android versi 3 ke bawah, tidak memberi performa baik dalam menjalankan HTML5.
Sumber :

Renji Abarai - Bleach 2
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting